Kamis, 30 Juni 2016

Kisah kucingku, Mimin

Kisah Mimin (part 2)

Jam 10 pagi spt biasa mimin lg leyeh leyeh didpn pagar menjelang boci.
lg enak enaknya merem tiba tiba mami pangil2 namaku. wah ...cemilan nih! pikirku.
tanpa pikir panjang mimin lari kearah mami. tp ternyata salah, mami cuma bawa pet cargo.
"Ayo masuk....." kata mami. masuklah mimin segera, tiba tiba... pintu cargo ditutup, sempet bingung bentar mimin...apakah mau diajak main petak umpet?
Tiba- tiba badan mimin seperti diangkat, dari celah kotak ini mimin bisa liat kalo mimin mau dibawa ke mobil.
owh... mobil melaju pelan, kepala mimin tiba-tiba pusing, perut mual, mata berkunang-kunang.
Mimin baru sadar bahwa ini adalah pertama kali mimin naik mobil! selama ini dunia mimin cuma atap genting, kolong mobil dan sekali kali duduk di jok motor mami.
Mimin bingung, mau dibawa kemana aku. Apakah mimin akan di buang ke pasar, seperti nasib temen-temen mimin? Salah apa mimin sampai mamiku segitu teganya? Hii hik sedihnya rasanya hati ini. Terbayang Mimin harus bersosialisasi dengan lingkungan keras di luar sana, mengais tong sampah untuk cari sisa makanan, di tendang, disiram, kehujanan, kepanasan,  di jahilin kucing garong, apalagi Mimin kan cantik kalo di ajak kawin sama kucing yang Mimin gak cinta bagaimana? Butir-butir air mata Mimin mulai menetes. Tak ada yg bisa mimin lakukan di box kecil ini, hanya merintih pelan. Mamiku terus menenangkanku, "sabar ya Min.bentar lagi sampai" Kata Mami sambil tangan kirinya mengelus box tempatku bersemayam. Sementara tangan kanan Mami pegang setir mobil.
Btw. Setelah perjalanan 30menitan (termasuk kebablasan, soalnya mamiku gak konsen nyetirnya)
Merapatlah Mobil Mami di deretan Ruko. Mimin dibawa keluar mobil, dari celah box Mimin melihat Mami sedang berbicara dengan tante ber baju putih. Di ruangan yang cukup besar ini banyak sekali makanan yang Mimin suka. Hmmm apakah ini restoran kucing? Di ruang depan tadi ada beberapa ekor kucing juga tapi kucing ras. Mereka menatapku sinis! Mimin kurang sreg bergaul sama mereka, soalnya mereka kurang ramah. Lalu ada seekor Anjing Pomerian sedang duduk dalam kerangkeng juga, si anjing terlihat santai, wajahnya seger, wangi, seperti abis mandi. jadi tempat apakah ini?
Tibalah Mimin di ruangan serba putih, tante yang berbaju putih tadi duduk di kursi,  Mami di depannya, Mereka sedang membicarakanku. Seperti berapa usiaku, keluhan sakit apa aja.. dll
Mas Asisten Si tante tadi mengeluarkanku dari dalam box lalu mengangkat tubuh mimin ke sebuah timbangan. Kini semua mengerubungi Mimin, Mami mengelus kepala mimin, Tante putih memasukan alat ke dubur Mimin.OOhhh....dada mimin berdegup keras  aku takuttt alat ini lama sekali masuk ke dalam duburku. Mimin jadi ingat kasus yang lagi marak saat ini. Di perkosa! Apakah iya seperti ini??? Lalu di bunuh??!!(padahal cuma dicek suhu badan doang)
Mata mimin kian nanar, takut!
"Dok ....kok matanya membesar ya?" Tanya Mami.  Masih dengan menekan alat di dubur Mimin, si tante menjawab tenang , "Betul bu,  itu tandanya sedang stres, nanti saya suntik anti stress"
Omg....!! gubrak!
singkat cerita..... sejak siang itu mimin dititip ditempat tante berbaju putih (alias Tante vet ).
Dan dengan sadisnya mami meninggalkan mimin ditempat asing ini(huk huk... sedih sedalam dalamnya).

Siang berganti malam, dan ruang inap ini hanya dihuni 3 pasien, seekor kucing persia yg tengah di infus di kaki, sama kucing siam yg bulunya gundul. si gundul kayaknya gak sakit sih, denger2 cuma dititip ama pemiliknya yg lagi keluar kota. kami terdiam dalam ruang yang sama.
Malampun bergulir pagi.....tadi sempat dengar tante vet bilang ke asistennya bahwa pagi ini Mimin harus puasa selama 6 jam. Aje gile! Mimin laper... biasa mami kasih makan jam segini, tp sekarang mimin hanya menyaksikan temen sekamar mimin pada breakfast:-(
kira-kira jam 12siang.... mimin di bawa ke ruang kerja tante vet, ada asisten yg pegangin kaki mimin. kemudian cus.... ada jarum menusuk paha mimin, sakit rasanya! sesaat kemudian mimin sudah tak sadarkan diri.
sore itu mimin mulai siuman. udah berada di ruang bersama si gundul dan si persia. meski merasa sempoyongan mimin berusaha melihat sekitar. si gundul menyeringai, seperti menertawakanku. si persia cuek aja ( dia sendiri sedang sakit, mgk kl sehat sama aja dengan si gundul... huh)
Mami ...apa yg terjadi padaku? blukk... aku pingsan lagi!
lagi lagi malam ini aku tidur diruang ini.
esok paginya badan mimin udah sedikit baikan. udah gak sempoyongan dan mual. cuma rada sedikit nyeri di bagian perut. betapa kagetnya aku, saat kulihat bulu diperut aku di cukur abis! lalu ada plester menutup sesuatu diperutku. sepertinya aku  di operasi!
Tidakkkk! apa yg sudah tante vet lakukan padaku? tak ada yg bisa menjawab rasa penasaranku, termasuk 2 ekor yg sekamar dengaku ini.
Sore hari... aku seperti mendengar suara mamiku. Horeeee... mamiku datang menjemputku. mimin dibawa asisten tante vet ke ruang kerja... ada mamiku duduk menyambutku. mimin ditidurin di meja panjang. ramai ramai mereka melihat lukaku. berikut percakapan Mami & Tante Vet.
M (mami): Dok... gmn hasil operasinya, lancar?
TV (Tante Vet): lancar bu... seperti yg saya kirim via wa, mimin ini dirahimnya ada semacam massa & cairan yang berbentuk tidak beraturan.
M: Hmmmm...maksudnya mimin hamil tp tdk berkembang ya dok?
TV: sepertinya iya..
   (Ya Tuhan! jdi waktu Mimin "berbuat" dengan si Milo itu jadi tho? padahal Mimin gak ingin bunting lagi.)
TV: Untung sekarang mimin sudah di steril, tidak akan hamil lagi... hidupnya juga akan lebih sehat nanti.
   (Oooooh.... jadi spt ini yg namanya STERIL?)
Begitulah kurang lebihnya percakapan mamiku & tante vet.
Malam itu mami membawaku pulang ke rumah. sekarang Mimin udah mengerti apa dan manfaat steril utk Mimin.

Cukup sekian cerita Mimin kali ini... (berhubung Mimin sedang masa recovery pasca operasi maka gak boleh sering pesbukan dulu).  Salam meong!
Kisah Mimin (part 2)

Jam 10 pagi spt biasa mimin lg leyeh leyeh didpn pagar menjelang boci.
lg enak enaknya merem tiba tiba mami pangil2 namaku. wah ...cemilan nih! pikirku.
tanpa pikir panjang mimin lari kearah mami. tp ternyata salah, mami cuma bawa pet cargo.
"Ayo masuk....." kata mami. masuklah mimin segera, tiba tiba... pintu cargo ditutup, sempet bingung bentar mimin...apakah mau diajak main petak umpet?
Tiba- tiba badan mimin seperti diangkat, dari celah kotak ini mimin bisa liat kalo mimin mau dibawa ke mobil.
owh... mobil melaju pelan, kepala mimin tiba-tiba pusing, perut mual, mata berkunang-kunang.
Mimin baru sadar bahwa ini adalah pertama kali mimin naik mobil! selama ini dunia mimin cuma atap genting, kolong mobil dan sekali kali duduk di jok motor mami.
Mimin bingung, mau dibawa kemana aku. Apakah mimin akan di buang ke pasar, seperti nasib temen-temen mimin? Salah apa mimin sampai mamiku segitu teganya? Hii hik sedihnya rasanya hati ini. Terbayang Mimin harus bersosialisasi dengan lingkungan keras di luar sana, mengais tong sampah untuk cari sisa makanan, di tendang, disiram, kehujanan, kepanasan,  di jahilin kucing garong, apalagi Mimin kan cantik kalo di ajak kawin sama kucing yang Mimin gak cinta bagaimana? Butir-butir air mata Mimin mulai menetes. Tak ada yg bisa mimin lakukan di box kecil ini, hanya merintih pelan. Mamiku terus menenangkanku, "sabar ya Min.bentar lagi sampai" Kata Mami sambil tangan kirinya mengelus box tempatku bersemayam. Sementara tangan kanan Mami pegang setir mobil.
Btw. Setelah perjalanan 30menitan (termasuk kebablasan, soalnya mamiku gak konsen nyetirnya)
Merapatlah Mobil Mami di deretan Ruko. Mimin dibawa keluar mobil, dari celah box Mimin melihat Mami sedang berbicara dengan tante ber baju putih. Di ruangan yang cukup besar ini banyak sekali makanan yang Mimin suka. Hmmm apakah ini restoran kucing? Di ruang depan tadi ada beberapa ekor kucing juga tapi kucing ras. Mereka menatapku sinis! Mimin kurang sreg bergaul sama mereka, soalnya mereka kurang ramah. Lalu ada seekor Anjing Pomerian sedang duduk dalam kerangkeng juga, si anjing terlihat santai, wajahnya seger, wangi, seperti abis mandi. jadi tempat apakah ini?
Tibalah Mimin di ruangan serba putih, tante yang berbaju putih tadi duduk di kursi,  Mami di depannya, Mereka sedang membicarakanku. Seperti berapa usiaku, keluhan sakit apa aja.. dll
Mas Asisten Si tante tadi mengeluarkanku dari dalam box lalu mengangkat tubuh mimin ke sebuah timbangan. Kini semua mengerubungi Mimin, Mami mengelus kepala mimin, Tante putih memasukan alat ke dubur Mimin.OOhhh....dada mimin berdegup keras  aku takuttt alat ini lama sekali masuk ke dalam duburku. Mimin jadi ingat kasus yang lagi marak saat ini. Di perkosa! Apakah iya seperti ini??? Lalu di bunuh??!!(padahal cuma dicek suhu badan doang)
Mata mimin kian nanar, takut!
"Dok ....kok matanya membesar ya?" Tanya Mami.  Masih dengan menekan alat di dubur Mimin, si tante menjawab tenang , "Betul bu,  itu tandanya sedang stres, nanti saya suntik anti stress"
Omg....!! gubrak!
singkat cerita..... sejak siang itu mimin dititip ditempat tante berbaju putih (alias Tante vet ).
Dan dengan sadisnya mami meninggalkan mimin ditempat asing ini(huk huk... sedih sedalam dalamnya).

Siang berganti malam, dan ruang inap ini hanya dihuni 3 pasien, seekor kucing persia yg tengah di infus di kaki, sama kucing siam yg bulunya gundul. si gundul kayaknya gak sakit sih, denger2 cuma dititip ama pemiliknya yg lagi keluar kota. kami terdiam dalam ruang yang sama.
Malampun bergulir pagi.....tadi sempat dengar tante vet bilang ke asistennya bahwa pagi ini Mimin harus puasa selama 6 jam. Aje gile! Mimin laper... biasa mami kasih makan jam segini, tp sekarang mimin hanya menyaksikan temen sekamar mimin pada breakfast:-(
kira-kira jam 12siang.... mimin di bawa ke ruang kerja tante vet, ada asisten yg pegangin kaki mimin. kemudian cus.... ada jarum menusuk paha mimin, sakit rasanya! sesaat kemudian mimin sudah tak sadarkan diri.
sore itu mimin mulai siuman. udah berada di ruang bersama si gundul dan si persia. meski merasa sempoyongan mimin berusaha melihat sekitar. si gundul menyeringai, seperti menertawakanku. si persia cuek aja ( dia sendiri sedang sakit, mgk kl sehat sama aja dengan si gundul... huh)
Mami ...apa yg terjadi padaku? blukk... aku pingsan lagi!
lagi lagi malam ini aku tidur diruang ini.
esok paginya badan mimin udah sedikit baikan. udah gak sempoyongan dan mual. cuma rada sedikit nyeri di bagian perut. betapa kagetnya aku, saat kulihat bulu diperut aku di cukur abis! lalu ada plester menutup sesuatu diperutku. sepertinya aku  di operasi!
Tidakkkk! apa yg sudah tante vet lakukan padaku? tak ada yg bisa menjawab rasa penasaranku, termasuk 2 ekor yg sekamar dengaku ini.
Sore hari... aku seperti mendengar suara mamiku. Horeeee... mamiku datang menjemputku. mimin dibawa asisten tante vet ke ruang kerja... ada mamiku duduk menyambutku. mimin ditidurin di meja panjang. ramai ramai mereka melihat lukaku. berikut percakapan Mami & Tante Vet.
M (mami): Dok... gmn hasil operasinya, lancar?
TV (Tante Vet): lancar bu... seperti yg saya kirim via wa, mimin ini dirahimnya ada semacam massa & cairan yang berbentuk tidak beraturan.
M: Hmmmm...maksudnya mimin hamil tp tdk berkembang ya dok?
TV: sepertinya iya..
   (Ya Tuhan! jdi waktu Mimin "berbuat" dengan si Milo itu jadi tho? padahal Mimin gak ingin bunting lagi.)
TV: Untung sekarang mimin sudah di steril, tidak akan hamil lagi... hidupnya juga akan lebih sehat nanti.
   (Oooooh.... jadi spt ini yg namanya STERIL?)
Begitulah kurang lebihnya percakapan mamiku & tante vet.
Malam itu mami membawaku pulang ke rumah. sekarang Mimin udah mengerti apa dan manfaat steril utk Mimin.

Cukup sekian cerita Mimin kali ini... (berhubung Mimin sedang masa recovery pasca operasi maka gak boleh sering pesbukan dulu).  Salam meong!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar